Polresta Banda Aceh Komitmen Berantas Narkoba Lewat Program KBN

Rabu, 20 November 2024 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Satya Yudha Prakasa. Foto Ist

Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Satya Yudha Prakasa. Foto Ist

Meuligoe Berita || Banda Aceh – Wakapolresta Banda Aceh, AKBP Satya Yudha Prakasa, menegaskan bahwa pemberantasan narkoba menjadi salah satu fokus utama dalam program Asta Cita Presiden Indonesia yang baru.

 

Hal ini sejalan dengan komitmen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang mendukung penuh agenda nasional ini. Polresta Banda Aceh bersama jajaran Polres dan Polresta se-Polda Aceh juga bertekad untuk terus anggota peredaran narkoba di wilayah hukum mereka.

 

“Pemberantasan narkoba merupakan bagian dari Asta Cita Presiden yang telah disepakati, dan Polresta Banda Aceh tetap berkomitmen dalam mendukung program ini melalui berbagai langkah preventif dan penegakan hukum,” ujar AKBP Satya Yudha Prakasa dalam sosialisasi bertema Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Anti-Narkoba dalam Mendukung Program Asta Cita yang berlangsung di Gampong Lampulo, Kuta Alam, Banda Aceh, pada Senin (18/11/2024).

 

Satya mengungkapkan atas peningkatan kasus narkoba yang semakin dikesampingkan. Data penelitian pada tahun 2022 menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba di Aceh mencapai 83 ribu orang, dan sekitar 40 hingga 50 orang meninggal dunia setiap harinya akibat cakupan narkoba.

 

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum, melainkan memerlukan peran aktif dan organisasi masyarakat penggiat antinarkoba.

Baca Juga :  Semarak HUT RI ke 80, Puskesmas Beutong Ateuh Adakan Jalan Santai dan Senam Bersama

 

Sebagai bagian dari upaya preventif, Polresta Banda Aceh telah meluncurkan program Kampung Bebas Narkoba (KBN) di 21 kecamatan di Kota Banda Aceh dan sebagian wilayah Aceh Besar. Program ini bertujuan untuk membentuk kesadaran masyarakat dalam melawan peredaran narkoba melalui pendekatan yang lebih berbasis pada pemberdayaan masyarakat.

 

“Melalui program Kampung Bebas Narkoba, kami ingin memberdayakan masyarakat untuk secara swadaya mengatasi dan mencegah peredaran narkoba di lingkungan mereka,” jelas AKBP Satya Yudha Prakasa.

 

Keuchik Gampong Lampulo, Alta Zaini, juga menyampaikan pentingnya kelanjutan aksi nyata dalam pemberantasan narkoba setelah peluncuran KBN di wilayahnya. Alta mengungkapkan bahwa kerja sama antara Polresta Banda Aceh, perangkat Gampong Lampulo, dan Satgas KBN terus berlanjut untuk mengatasi masalah narkoba.

 

“Menunggu untuk memastikan bahwa program peluncuran tidak hanya terbatas, tetapi juga ada aksi yang berkelanjutan. Kami bekerja sama dengan Satresnarkoba untuk terus menjadi anggota peredaran narkoba di Gampong Lampulo,” kata Alta.

 

Alta Zaini juga mencatat bahwa Satresnarkoba Polresta Banda Aceh telah menangani lima kasus narkotika di Gampong Lampulo.

Baca Juga :  Muelem Marah, Perintahkan Beco di Tambang ilegal Dikeluarkan Waktu 2 Minggu

 

Ia berharap kerja sama antara Polresta Banda Aceh dan masyarakat dapat terus berjalan dengan baik untuk menanggulangi peredaran narkoba di daerah tersebut.

 

“Lampulo memiliki tantangan tersendiri karena jalur masuk narkoba melalui laut. Oleh karena itu, kami akan terus bekerja sama dengan kepolisian untuk mengatasi masalah ini,” tambah Alta.

 

Satgas KBN juga berperan aktif dalam menyuluh masyarakat dan mantan pengguna narkoba untuk mencegah mereka terjerumus kembali ke dalam doktrin narkotika.

 

Selain itu, Satgas KBN Lampulo juga kerap berbagi pengalaman dan kiat-kiat dengan gampong-gampong lain di Aceh, seperti yang baru-baru ini dilakukan dengan perwakilan dari Langsa yang ingin mengetahui cara kerja Satgas KBN Lampulo dalam mengurangi peredaran narkoba.

 

Dengan adanya kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah desa, dan masyarakat, Polresta Banda Aceh optimis dapat menciptakan perubahan positif dalam pemberantasan narkoba.

 

Program Kampung Bebas Narkoba diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari narkotika dan melindungi generasi muda dari dampak negatif penyalahgunaan narkoba

Berita Terkait

PCNU dan PERTI Dukung Gerakan Safari Subuh di Aceh Barat
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Abang Kandung Dari Ketua PD IWO Nagan Raya Tutup Mata di Kuala Pesisir
Kapolres Nagan Raya, Ajak Wartawan Ngopi Bareng
RRI Meulaboh Gelar Aksi Bersih di Monumen Kupiah Meukeutop
Hampir Setahun Usai Bencana, Masyarakat Beutong Ateuh Masih Keluhkan Air Bersih
Angkat Isu Job Scam, Mahasiswa USK Raih Bronze Medal di Ajang Internasional Thailand
Gerakan Rp10 Ribu per Bulan GARDA Indonesia Bangun Harapan, Rumah Dhuafa ke-7 Segera Rampung di Aceh Singkil
APEL Green Aceh Bawa Sengketa Informasi Investasi Rp200 Triliun ke Komisi Informasi Aceh

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:03 WIB

PCNU dan PERTI Dukung Gerakan Safari Subuh di Aceh Barat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Abang Kandung Dari Ketua PD IWO Nagan Raya Tutup Mata di Kuala Pesisir

Selasa, 22 September 2026 - 17:17 WIB

Kapolres Nagan Raya, Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:52 WIB

RRI Meulaboh Gelar Aksi Bersih di Monumen Kupiah Meukeutop

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Hampir Setahun Usai Bencana, Masyarakat Beutong Ateuh Masih Keluhkan Air Bersih

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Angkat Isu Job Scam, Mahasiswa USK Raih Bronze Medal di Ajang Internasional Thailand

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Gerakan Rp10 Ribu per Bulan GARDA Indonesia Bangun Harapan, Rumah Dhuafa ke-7 Segera Rampung di Aceh Singkil

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:05 WIB

APEL Green Aceh Bawa Sengketa Informasi Investasi Rp200 Triliun ke Komisi Informasi Aceh

Berita Terbaru

Berita

SWI Gelar UKW di Provinsi Kalimantan Selatan

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:23 WIB

Aceh Barat

PCNU dan PERTI Dukung Gerakan Safari Subuh di Aceh Barat

Jumat, 16 Okt 2026 - 09:03 WIB