MeuligoeBerita.com | Aceh Barat – Sejumlah mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) bersama warga pedalaman Aceh meminta kepada Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, agar tidak menutup aktivitas pertambangan emas menggunakan alat berat (ekskavator) di kawasan hutan Aceh.
Muhammad Yusuf, mantan Panglima Muda GAM Wilayah Kaway XVI Raya, menyatakan pihaknya telah mematuhi instruksi Mualem untuk menarik alat berat dari hutan dan membawanya kembali ke gampong. Namun, ia berharap agar rencana pembentukan koperasi segera direalisasikan sehingga aktivitas tambang emas tetap dapat berjalan secara sah.
“Banyak mantan kombatan GAM, anak korban konflik, serta masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari hasil kerja alat berat ini. Kalau tambang emas ditutup, entah bagaimana nasib kami nanti. Jangan sampai terulang lagi luka lama,” kata Muhammad Yusuf dalam keterangannya.
Ia menegaskan, selama ini keberadaan tambang emas membuat para mantan kombatan tidak lagi bergantung pada bantuan, karena sudah bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga. “Walaupun hanya seratus ribu yang kami bawa pulang, kami sudah bisa sekolahkan anak, bahkan ada yang kuliah dan di pesantren,” ujarnya.
Senada dengan itu, Mardiati, warga Sikundo, juga menyampaikan keberadaan alat berat sangat membantu masyarakat miskin, terutama para janda dan petani kecil. Ia mengaku kondisi ekonomi masyarakat meningkat signifikan sejak adanya aktivitas tambang emas.
“Kalau tidak ada beco, kami tidak sanggup lagi mencari emas dengan tangan. Alhamdulillah dengan adanya beco, kami bisa bertahan hidup, bisa biayai anak sekolah dan kuliah. Kami mohon kepada bapak gubernur jangan ditutup tambang emas ini,” harapnya.
Masyarakat berharap, pemerintah dapat memberikan solusi dengan membuka jalan legal agar penambangan emas di Aceh dapat dilakukan secara sah, sehingga tidak menimbulkan persoalan hukum dan tetap menjadi sumber mata pencaharian bagi warga.
Penulis : ARIFFAHMI
Editor : REDAKSI









