Meuligoe Berita || Aceh Jaya – Dalam rangka pencegahan stunting, Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pangan (DKPP) Kabupaten Aceh Jaya meluncurkan program pembagian produk makanan serba ikan untuk ibu hamil dan anak usia dini. Kegiatan ini diawali dengan launching pada Rabu, 13 November 2024, di Gampong Jangeut, Kecamatan Indra Jaya. Program ini juga dilaksanakan di sejumlah desa lokus stunting lainnya di kabupaten tersebut.
Pelaksanaan kegiatan meliputi penyajian produk makanan ikan siap konsumsi dan pembagian paket produk kepada peserta. Kepala DKPP Aceh Jaya menyebutkan bahwa program ini merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) yang bertujuan:
1. Mengampanyekan manfaat makan ikan sejak dini untuk pertumbuhan anak, perkembangan janin pada ibu hamil, serta kecerdasan otak.
2. Meningkatkan minat konsumsi ikan pada anak melalui sajian inovatif berupa makanan serba ikan.
3. Mendorong peningkatan konsumsi ikan per kapita di Aceh Jaya hingga mencapai 80-100 kg per tahun.
Produk olahan ikan yang dipasarkan mencakup beberapa desa lokus stunting, yaitu:
1. Gampong Seureuba dan Lamme, Kecamatan Jaya (4 November 2024)
2. Gampong Sayeng, Kecamatan Darul Hikmah (5 November 2024)
3. Gampong Baroh, Kecamatan Setia Bakti (11 November 2024)
4. Gampong Jangeut, Kecamatan Indra Jaya (13 November 2024 – peluncuran lokasi)
5. Gampong Bate Meutudong, Kecamatan Panga (18 November 2024 – tahap persiapan).
Setiap lokasi melibatkan 40 peserta, sehingga total penerima manfaat mencapai 200 orang. Paket dibagikan dua kali, berbarengan dengan jadwal posyandu.
Menurut Pihak DKPP, ikan merupakan sumber gizi tinggi, seperti omega-3, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral, yang sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang anak. Ke depan, kader posyandu diharapkan menyajikan produk olahan ikan saat pembagian makanan tambahan (PMT), guna meningkatkan daya tarik dan konsumsi ikan pada anak usia dini.
Dengan program ini, DKPP optimis angka stunting di Aceh Jaya dapat ditekan sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal.
Editor : Redaksi









