Bantu Pemkab Atasi Stunting di Aceh Barat, Satgas TMMD Ajak Warga Cegah Sejak Dini

Minggu, 26 Mei 2024 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas TMMD Kodim 0105 Aceh Barat Ajak Warga Kuala Manyeu Cegah Sejak Dini

Satgas TMMD Kodim 0105 Aceh Barat Ajak Warga Kuala Manyeu Cegah Sejak Dini

Meulaboh, meuligoeberita.com – Guna membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat mengatasi kasus stunting, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD melakukan penyuluhan bahaya stunting bagi warga di Desa Kuala Manyeu, Kecamatan Panton Reu, Provinsi Aceh.

Dalam kegiatan itu, warga diajak agar melakukan upaya pencegahan bahaya stunting sejak masih usia dini agar nantinya tidak berdampak terhadap pertumbuhan anak yang kelak akan menjadi generasi penerus bangsa, Sabtu (25/5/2024).

Penyuluhan yang mengusung tema “Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan Di Wilayah,” menghadirkan narasumber dari Satgas Percepatan Penurunan Stunting BKKBN Provinsi Aceh, Teuku Masren serta Kepala Puskesmas Meutulang Ns. Sufiani S.Kep, diikuti oleh warga masyarakat di daerah itu.

Dansatgas TMMD, Letkol Inf Hendra Mirza M.Si melalui Koordinator Sasaran Kapten Inf Hendra Saputra menyatakan pihaknya berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat menambah wawasan atau ilmu tentang makanan yang sehat dan bergizi terutama bagi kaum lbu yang setiap harinya menghidangkan makanan untuk anak-anaknya sebagai generasi penerus bangsa.

Baca Juga :  Angka Kemiskinan Aceh Turun Menjadi 12,64 Persen

“Melalui Satgas TMMD ini, kami berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi dan Puskesmas Meutulang berusaha sekuat tenaga untuk menurunkan angka stunting. Yang mana stunting ini juga termasuk salah satu dari 8 program yang diprioritaskan oleh Pemda Aceh Barat. Dengan sosialisasi ini diharapkan mampu menekan stunting seminimal mungkin sehingga terwujud SDM yang ungggul, sehat dan berkualitas. Dengan demikian, keharmonisan dan kesejahteraan keluarga akan tercipta khususnya di wilayah Desa Kuala Manyeu Kecamatan Panton Reu ini,” katanya dalam keterangan dikutip meuligoeberita.com, Minggu 26 Mei 2024.

Koordinator Sasaran itu menambahkan, hingga saat ini, berbagai sasaran kegiatan terus dilakukan oleh Tim Satgas TMMD Reguler ke 120 Kodim 0105/Abar. Selain sasaran fisik, nonfisik seperti penyuluhan stunting juga menjadi prioritas dan tidak kalah penting. Apalagi menurutnya, saat ini kondisi stunting tengah menjadi isu nasional dan menarik perhatian semua pihak, baik mulai dari Pemerintah Pusat, Daerah hingga Desa.

Sementara Technikal Asisten Satgas Percepatan Penurunan Stunting Aceh, Teuku Masren menuturkan stunting memiliki dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek yakni terganggunya perkembangan otak, kecerdasan berkurang, gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Sedangkan dampak jangka panjangnya yaitu bisa menurunkan kemampuan kognitif, kekebalan tubuh, munculnya penyakit diabetes, obesitas, jantung, stroke hingga kanker.

Baca Juga :  Pemerintah Pusat Dukung Rencana KPBU Preservasi Jalan Kabupaten dan PDAM Tirta Meulaboh

“Stunting bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya meliputi kurangnya akses makanan bergizi terutama kepada ibu hamil, praktek pengasuhan yang tidak baik, kurangnya akses air bersih dan sanitasi tidak menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta faktor lingkungan lainnya,” katanya.

Selain itu, Kepala Puskesmas Meutulang, Ns Sufiani S.Kep juga menambahkan bahwa stunting bisa dicegah, namun perlu peran aktif dari masyarakat, sebab ini adalah masalah atau persoalan kita bersama.

“Pencegahan stunting dapat dilakukan mulai dari diri kita sendiri, meliputi siapnya calon pengantin (cukup umur), menjaga pola makan lbu hamil, bersalin di fasilitas kesehatan, memberi bayi ASI ekslusif, menimbang bayi setiap bulan (Posyandu) dan mengkonsumsi buah maupun sayur-sayuran yang bergizi,” ujarnya.[]

Editor : Redaksi

Berita Terkait

PCNU dan PERTI Dukung Gerakan Safari Subuh di Aceh Barat
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Abang Kandung Dari Ketua PD IWO Nagan Raya Tutup Mata di Kuala Pesisir
Kapolres Nagan Raya, Ajak Wartawan Ngopi Bareng
RRI Meulaboh Gelar Aksi Bersih di Monumen Kupiah Meukeutop
Hampir Setahun Usai Bencana, Masyarakat Beutong Ateuh Masih Keluhkan Air Bersih
Angkat Isu Job Scam, Mahasiswa USK Raih Bronze Medal di Ajang Internasional Thailand
Gerakan Rp10 Ribu per Bulan GARDA Indonesia Bangun Harapan, Rumah Dhuafa ke-7 Segera Rampung di Aceh Singkil
APEL Green Aceh Bawa Sengketa Informasi Investasi Rp200 Triliun ke Komisi Informasi Aceh

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:03 WIB

PCNU dan PERTI Dukung Gerakan Safari Subuh di Aceh Barat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Abang Kandung Dari Ketua PD IWO Nagan Raya Tutup Mata di Kuala Pesisir

Selasa, 22 September 2026 - 17:17 WIB

Kapolres Nagan Raya, Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:52 WIB

RRI Meulaboh Gelar Aksi Bersih di Monumen Kupiah Meukeutop

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Hampir Setahun Usai Bencana, Masyarakat Beutong Ateuh Masih Keluhkan Air Bersih

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Angkat Isu Job Scam, Mahasiswa USK Raih Bronze Medal di Ajang Internasional Thailand

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Gerakan Rp10 Ribu per Bulan GARDA Indonesia Bangun Harapan, Rumah Dhuafa ke-7 Segera Rampung di Aceh Singkil

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:05 WIB

APEL Green Aceh Bawa Sengketa Informasi Investasi Rp200 Triliun ke Komisi Informasi Aceh

Berita Terbaru

Aceh Barat

PCNU dan PERTI Dukung Gerakan Safari Subuh di Aceh Barat

Jumat, 16 Okt 2026 - 09:03 WIB