Radio Dalka Bertahan di Tengah Minimnya Dana Operasional

Jumat, 5 Juli 2024 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Radio Dalka FM Meulaboh, Dian Rudialsyah saat mengoperasikan perangkat penyiaran, (Foto: Dok. Dalka FM).

Direktur Utama Radio Dalka FM Meulaboh, Dian Rudialsyah saat mengoperasikan perangkat penyiaran, (Foto: Dok. Dalka FM).

Meulaboh, meuligoeberita.com – Radio Dalka FM, stasiun radio yang berlokasi di Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh terus bertahan di tengah minimnya dana operasional dan juga berbagai tantangan. Selain Aceh Barat, jangkauan dari stasiun radio itu juga mencapai hingga ke wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Nagan Raya, Pidie serta Pulau Simeulue dan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di daerah itu.

Direktur Utama Radio Dalka, Dian Rudialsyah menuturkan pihaknya menerapkan berbagai strategi guna mempertahankan eksistensi radio itu. Salah satunya dengan efisiensi biaya operasional.

“Kami terpaksa mengurangi power daya pancar menjadi 500 watt saja untuk menekan biaya listrik,” kata Dian kepada meuligoeberita.com, Jum’at 5 Juli 2024.

Kata Dian, pengurangan daya pancar itu dilakukan guna mengurangi pengeluaran operasional.

“Namun kita tetap berusaha menjangkau sebanyak mungkin pendengar di wilayah yang lebih luas,” sebutnya.

Baca Juga :  Karo Ops Polda Aceh : Pelaksanaan Pemungutan Suara Pilkada Aceh Berjalan Lancar

Selain itu, tambah Dian, Radio Dalka juga harus mengurangi jumlah tenaga penyiar.

“Kami terpaksa mengambil langkah ini sebagai bagian dari upaya penghematan biaya,” jelas Dian.

Meskipun demikian, ia juga menyebutkan, Radio Dalka tetap berkomitmen untuk menyajikan program-program berkualitas bagi pendengarnya.

“Di tengah minimnya dukungan iklan dari pemerintah selama 3 tahun terakhir, pihaknya harus mencari sumber dana alternatif untuk tetap beroperasi,” ucapnya.

Dian juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah untuk lebih berkolaborasi dengan media lokal seperti Radio Dalka.

“Kami berharap pemda mau bekerja sama dalam sosialisasi dengan radio dan mengalokasikan dana rutin setiap tahunnya,” sebutnya.

Sementara, Pegiat Media Sosial Kabupaten Aceh Barat, Dimas Fuadi meminta pemerintah Aceh dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh untuk bertanggung jawab atas kurangnya pendapatan pihak perusahaan penyiaran itu.

“Diperlukan inovasi dan pengalihan anggaran khusus untuk radio dan televisi lokal di Aceh,” kata Dimas.

Baca Juga :  Gardu Trafo Listrik Milik PLN Yang Berada Didepan pintu rumah warga Gampong pulau Tengah

Menurutnya, peran stasiun radio dan televisi lokal untuk terus beroperasi dan memberikan layanan informasi yang penting bagi masyarakat perlu didukung finansial yang memadai oleh pemerintah setempat.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Amanat Nasional atau PAN, Fuadri menyebutkan saat ini sedang berlangsung rekrutmen komisioner KPI Aceh.

Ia berharap semoga anggota KPI yang dipilih ke depan memiliki kapasitas, integritas, loyalitas, dan mampu bekerja secara profesional dalam melakukan pengawasan dan pembinaan lembaga penyiaran di Aceh.

“Tentu dengan tetap menjaga kearifan lokal, baik adat, budaya dan nilai-nilai pelaksanaan syariat Islam dalam dimensi ruang penyiaran,” katanya.

Untuk diketahui, Radio Dalka merupakan salah satu stasiun penyiaran di pantai barat Provinsi Aceh yang berdiri sejak tahun 1983 dengan moto “Tetap Tegar di Pantai Barat,” telah mengudara selama 40 tahun.[]

Berita Terkait

Kepala Kemenag Aceh Barat Tekankan ASN Fokus pada Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
Bupati TRK Temui Dirjen Kementerian ATR/BPN, Percepatan Pelepasan Lahan Bekas HGU PT USJ
Pemuda Beutong Ateuh ingatkan bupati Nagan Raya Jangan tergesa gesa dalam mengambil keputusan
Yayasan Apel Green Aceh Minta Pemkab Nagan Raya Buka Dokumen Investasi Rp200 Triliun
Dari Donasi Rp10 Ribu, GARDA Indonesia Bangun Harapan untuk Anak Yatim di Aceh Singkil
Anak Perempuan Jadi Korban Pelecehan, Polres Aceh Barat Amankan Buruh Harian Lepas
Antisipasi El Nino “Godzilla”, Forkopimda Nagan Raya Perkuat Koordinasi Pencegahan Karhutla
Bupati TRK Terima Penghargaan Penyusunan PJPK Berkualitas dari Kemendukbangga/BKKBN

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:51 WIB

Kepala Kemenag Aceh Barat Tekankan ASN Fokus pada Kinerja dan Pelayanan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Bupati TRK Temui Dirjen Kementerian ATR/BPN, Percepatan Pelepasan Lahan Bekas HGU PT USJ

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:24 WIB

Pemuda Beutong Ateuh ingatkan bupati Nagan Raya Jangan tergesa gesa dalam mengambil keputusan

Senin, 8 Juni 2026 - 21:57 WIB

Yayasan Apel Green Aceh Minta Pemkab Nagan Raya Buka Dokumen Investasi Rp200 Triliun

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:36 WIB

Dari Donasi Rp10 Ribu, GARDA Indonesia Bangun Harapan untuk Anak Yatim di Aceh Singkil

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:17 WIB

Anak Perempuan Jadi Korban Pelecehan, Polres Aceh Barat Amankan Buruh Harian Lepas

Senin, 20 April 2026 - 19:04 WIB

Antisipasi El Nino “Godzilla”, Forkopimda Nagan Raya Perkuat Koordinasi Pencegahan Karhutla

Rabu, 15 April 2026 - 18:31 WIB

Bupati TRK Terima Penghargaan Penyusunan PJPK Berkualitas dari Kemendukbangga/BKKBN

Berita Terbaru

Aceh Barat

Dilantik Sebagai Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr. Mursyidin

Senin, 20 Jul 2026 - 14:40 WIB