Pemerintah Aceh Pantau Situasi 329 WNI di Iran, Tunggu Data Asal Daerah dari Kemenlu

Senin, 9 Maret 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meuligoeberita, Aceh – Pemerintah Provinsi Aceh terus memantau perkembangan situasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Hingga saat ini, pemerintah daerah masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat terkait data WNI berdasarkan daerah asal, termasuk kemungkinan adanya warga asal Aceh di wilayah tersebut.

 

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan hingga kini Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia belum menyampaikan klasifikasi WNI yang berada di Iran maupun negara-negara Timur Tengah lainnya berdasarkan asal daerah masing-masing.

 

“Pihak Kemenlu belum menyampaikan klasifikasi WNI menurut asal daerah, termasuk dari Aceh. Baik yang berada di Iran maupun yang tersebar di negara-negara Timur Tengah lainnya,” ujar Muhammad MTA, Minggu (8/3/2026).

 

Secara umum, pemerintah pusat telah menyampaikan bahwa terdapat sekitar 329 WNI yang saat ini berada di Iran. Sebagian besar dari mereka merupakan mahasiswa dan pelajar yang sedang menempuh pendidikan di negara tersebut.

 

Menurut Muhammad MTA, mayoritas WNI tersebut tinggal di dua kota utama di Iran, yaitu Qom dan Teheran yang dikenal sebagai pusat aktivitas pendidikan bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia.

Baca Juga :  Warga Beutong Ateuh Terima Lampu Solar Panel dan Ganset

 

Terkait kondisi keamanan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah mulai melakukan langkah-langkah evakuasi terhadap WNI yang berada di Iran. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan situasi keamanan di wilayah tersebut.

 

“Sejak Jumat, 6 Maret 2026, pemerintah melalui Kemenlu RI mulai melaksanakan langkah evakuasi terhadap WNI dari Iran,” katanya.

 

Pada tahap pertama, sebanyak 32 WNI berhasil dievakuasi melalui jalur Azerbaijan. Evakuasi ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang berada di wilayah yang dinilai memiliki potensi risiko keamanan.

 

Muhammad MTA menambahkan, proses evakuasi selanjutnya masih terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah pusat juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan berjalan aman dan lancar.

 

Sementara itu, untuk WNI yang berada di negara-negara Timur Tengah lainnya, kondisi mereka dilaporkan relatif aman. Meski demikian, sejumlah pemerintah setempat telah mengeluarkan imbauan keamanan kepada seluruh warga, termasuk warga asing.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Intensifkan Pelayanan Kesehatan di Daerah Terisolir

 

“Pemerintah setempat di beberapa negara Timur Tengah telah mengeluarkan maklumat kepada warga, termasuk warga asing, agar tidak keluar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak sebagai langkah antisipasi terhadap situasi keamanan,” jelasnya.

 

Dalam menghadapi perkembangan tersebut, Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri.

 

Koordinasi ini dilakukan untuk memperoleh informasi terbaru terkait kondisi WNI di kawasan Timur Tengah, termasuk kemungkinan adanya warga asal Aceh yang berada di wilayah tersebut.

 

“Pemerintah Aceh melalui BPPA di Jakarta terus berkoordinasi dengan pihak Kemenlu untuk memantau perkembangan situasi ini,” ujar Muhammad MTA.

 

Ia menegaskan, Pemerintah Aceh akan segera menyampaikan kepada publik, khususnya media, apabila terdapat perkembangan terbaru terkait kondisi WNI di Iran maupun negara-negara Timur Tengah lainnya.

 

“Apabila ada perkembangan terbaru terkait situasi ini, kami akan segera menyampaikan kepada teman-teman media,” pungkasnya.

Sumber: Infopublik

Editor : Redaksi

Berita Terkait

LK2BH-TU Dorong Revisi UUPA Lebih Transparan dan Akuntabel
Pisah Sambut, AKBP Muhammad Taufiq Resmi Gantikan AKBP Benny Bathara Jabat Kapolres Nagan Raya
Bintang Radio RRI Meulaboh 2026 Resmi Dimulai, Saatnya Putra-Purtri Meulaboh Unjuk Bakat
Usai Perayaan Hut RI ke-81, Masyarakat Beutong Ateuh Bentangkan Spanduk di Area Pasca Bencana
Perkuat Sinergi Pemerintah dan Wartawan untuk Kemajuan Daerah, Kadis Kominsa Aceh Barat Sambangi Sekretariat SWI
Pemkab Nagan Raya Perkuat Promosi Batu Giok sebagai Ikon Daerah Bernilai Ekonomi Tinggi
Dorong Regenerasi Petani Milenial, M.Khaisar Terima Penghargaan dari Kapolda Aceh.
Momen shalat Id di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 00:29 WIB

LK2BH-TU Dorong Revisi UUPA Lebih Transparan dan Akuntabel

Kamis, 17 September 2026 - 18:29 WIB

Pisah Sambut, AKBP Muhammad Taufiq Resmi Gantikan AKBP Benny Bathara Jabat Kapolres Nagan Raya

Sabtu, 5 September 2026 - 19:36 WIB

Bintang Radio RRI Meulaboh 2026 Resmi Dimulai, Saatnya Putra-Purtri Meulaboh Unjuk Bakat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Usai Perayaan Hut RI ke-81, Masyarakat Beutong Ateuh Bentangkan Spanduk di Area Pasca Bencana

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:59 WIB

Perkuat Sinergi Pemerintah dan Wartawan untuk Kemajuan Daerah, Kadis Kominsa Aceh Barat Sambangi Sekretariat SWI

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:03 WIB

Pemkab Nagan Raya Perkuat Promosi Batu Giok sebagai Ikon Daerah Bernilai Ekonomi Tinggi

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:07 WIB

Dorong Regenerasi Petani Milenial, M.Khaisar Terima Penghargaan dari Kapolda Aceh.

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:20 WIB

Momen shalat Id di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Berita Terbaru

Berita

SWI Gelar UKW di Provinsi Kalimantan Selatan

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:23 WIB

Aceh Barat

PCNU dan PERTI Dukung Gerakan Safari Subuh di Aceh Barat

Jumat, 16 Okt 2026 - 09:03 WIB