Jembatang Penghubung Antar Desa di Gampong Sibintang Rusak Parah: Akses Ekonomi Warga Terhambat

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu unit mobil pribadi terperosok dalam Abutmen Jembatan yang rusak akibat diterjang banjir bebera tahun lalu di Dusun Kubu Gampong Sibintang Kec. Panton Reu Kab. Aceh Barat (19/10/2024) Foto : Istimewa

Satu unit mobil pribadi terperosok dalam Abutmen Jembatan yang rusak akibat diterjang banjir bebera tahun lalu di Dusun Kubu Gampong Sibintang Kec. Panton Reu Kab. Aceh Barat (19/10/2024) Foto : Istimewa

MeuligoeBerita.com | Aceh Barat –Jembatan penghubung antara Gampong Sibintang dengan  Gampong Baro Paya, dan Mugo Rayeuk di Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat, mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir sekitar tiga tahun yang lalu, Akibatnya satu unit mobil pribadi terperosok dalam lobang bekas timbunan abutmen jembatan pagi tadi. Sabtu, 19 Oktober 2024.

Jembatan yang berada di Dusun Kubu ini merupakan jalur vital bagi masyarakat untuk mengangkut hasil kebun, seperti padi dan kelapa sawit, baik ke ibu kota kecamatan maupun kabupaten, serta menuju pabrik kelapa sawit yang terletak di Gampong Baro Paya atau ke luar daerah lainnya. Saat ini, jembatan darurat yang dibangun oleh masyarakat dari batang pohon kelapa sudah lapuk dan sangat berisiko bagi pengguna jalan.

Muktaraden (36), Sekretaris Desa (Sekdes) Gampong Sibintang, saat dikonfirmasi melalui telepon mengungkapkan, “Jembatan yang awalnya merupakan jembatan box ini dibangun sekitar tahun 2010. Namun, sejak diterjang banjir, jembatan rusak parah dan hanya bisa dilewati dengan jembatan darurat yang kami bangun bersama warga dari batang pohon kelapa. Sayangnya, jembatan darurat ini kini sudah lapuk dan berbahaya untuk dilintasi, terutama bagi kendaraan bermuatan berat.”

Baca Juga :  Kapolda Aceh Terima Audiensi Plt Sekda Aceh Bahas Sinergi Pemerintah dengan Kepolisian

Muktaraden menambahkan bahwa jembatan sepanjang 3 meter ini menjadi akses satu-satunya bagi kendaraan roda empat dan sepeda motor yang membawa hasil pertanian warga menuju pabrik kelapa sawit di Gampong Baro Paya atau ke luar daerah lainnya.

Namun, karena kondisinya yang rapuh, risiko kecelakaan semakin tinggi. Beberapa waktu yang lalu, satu unit mobil sempat terperosok ke dalam lubang jembatan, nyaris jatuh ke sungai, namun berhasil dievakuasi oleh warga setempat.

“Saat ini, jembatan hanya bisa dilewati kendaraan roda empat tanpa muatan atau sepeda motor, itu pun dengan hati-hati. Jika membawa muatan berat, seperti sawit, jembatan ini tidak bisa dilewati karena kondisinya yang sudah lapuk,” ujarnya.

Warga sudah berulang kali mengajukan laporan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, namun hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan. “Sekitar pertengahan tahun 2023, tim dari PUPR Aceh Barat pernah turun meninjau lokasi, tapi kami hanya disuruh sabar menunggu. Kami juga pernah mendatangi PUPR Provinsi Aceh, namun mereka mengatakan bahwa perbaikan jembatan ini adalah tanggung Kabupaten,” jelas Muktaraden.

Jalan ini adalah akses utama untuk menuju ibu kota kecamatan maupun kabupaten. Selain itu, jembatan ini juga merupakan jalur bagi kendaraan berat yang mengangkut hasil kelapa sawit menuju pabrik di Gampong Baro Paya dan berbagai perusahaan sawit di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Dinsos Nagan Raya Salurkan Bantuan Masa Panik kepada Korban Kebakaran di Gunong Pungki

“Jika jembatan ini rusak total, kendaraan berat harus memutar jauh melalui jalan lain yang melintasi perkebunan sawit milik perusahaan. Ini akan memakan waktu dan biaya tambahan, yang tentu saja berdampak pada perekonomian warga,” kata Muktaraden.

Untuk sepeda motor, masih ada beberapa jalur alternatif, seperti jembatan gantung via Gampong Blang Teungoh, namun tidak dapat dilewati oleh kendaraan roda empat atau alat berat. Warga berharap melalui pemberitaan ini, pemerintah daerah bisa segera merespons dan melakukan perbaikan permanen terhadap jembatan tersebut. “Kami sangat berharap agar pemerintah melalui media ini bisa memperhatikan dan segera membangun kembali jembatan ini. Karena ini bukan hanya menyangkut akses mobilitas warga, tetapi juga keberlanjutan ekonomi kami,” harap Muktaraden.

Jembatan penghubung ini menjadi urat nadi perekonomian warga Gampong Sibintang, Baro Paya, dan Mugo Rayeuk, serta jalur penting menuju pabrik kelapa sawit dan pusat kota. Jika perbaikan tidak segera dilakukan, risiko kecelakaan dan terhambatnya kegiatan ekonomi akan semakin besar.

Penulis : ARIFFAHMI

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kepala Kemenag Aceh Barat Tekankan ASN Fokus pada Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
Bupati TRK Temui Dirjen Kementerian ATR/BPN, Percepatan Pelepasan Lahan Bekas HGU PT USJ
Pemuda Beutong Ateuh ingatkan bupati Nagan Raya Jangan tergesa gesa dalam mengambil keputusan
Yayasan Apel Green Aceh Minta Pemkab Nagan Raya Buka Dokumen Investasi Rp200 Triliun
Dari Donasi Rp10 Ribu, GARDA Indonesia Bangun Harapan untuk Anak Yatim di Aceh Singkil
Anak Perempuan Jadi Korban Pelecehan, Polres Aceh Barat Amankan Buruh Harian Lepas
Antisipasi El Nino “Godzilla”, Forkopimda Nagan Raya Perkuat Koordinasi Pencegahan Karhutla
Bupati TRK Terima Penghargaan Penyusunan PJPK Berkualitas dari Kemendukbangga/BKKBN

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:51 WIB

Kepala Kemenag Aceh Barat Tekankan ASN Fokus pada Kinerja dan Pelayanan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Bupati TRK Temui Dirjen Kementerian ATR/BPN, Percepatan Pelepasan Lahan Bekas HGU PT USJ

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:24 WIB

Pemuda Beutong Ateuh ingatkan bupati Nagan Raya Jangan tergesa gesa dalam mengambil keputusan

Senin, 8 Juni 2026 - 21:57 WIB

Yayasan Apel Green Aceh Minta Pemkab Nagan Raya Buka Dokumen Investasi Rp200 Triliun

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:36 WIB

Dari Donasi Rp10 Ribu, GARDA Indonesia Bangun Harapan untuk Anak Yatim di Aceh Singkil

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:17 WIB

Anak Perempuan Jadi Korban Pelecehan, Polres Aceh Barat Amankan Buruh Harian Lepas

Senin, 20 April 2026 - 19:04 WIB

Antisipasi El Nino “Godzilla”, Forkopimda Nagan Raya Perkuat Koordinasi Pencegahan Karhutla

Rabu, 15 April 2026 - 18:31 WIB

Bupati TRK Terima Penghargaan Penyusunan PJPK Berkualitas dari Kemendukbangga/BKKBN

Berita Terbaru

Aceh Barat

Dilantik Sebagai Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr. Mursyidin

Senin, 20 Jul 2026 - 14:40 WIB