Arab Saudi Dilanda Suhu Panas Ekstrem, Jemaah Haji Diminta Waspadai Heatstroke

Senin, 27 Mei 2024 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi. (Getty Images/Shakeel Sha)

Foto: Ilustrasi. (Getty Images/Shakeel Sha)

Jakarta, meuligoeberita.com – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mengingatkan kepada jemaah haji di Indonesia selama beribadah untuk menjaga kesehatan. Terlebih saat ini wilayah Arab Saudi tengah dilanda suhu panas yang cukup ekstrem. Sebagai pencegahan, para calon haji Indonesia yang memiliki riwayat penyakit atau komorbid, seperti hipertensi, diabetes, hingga jantung akan terus dipantau kondisi kesehatannya oleh petugas.

Petugas kesehatan akan melakukan pengecekan tensi darah dan konsumsi obat rutin pribadi.

“Ini kita mengendalikan faktor risiko ya. Faktor risiko sudah dibawa, tapi kalau terkendali akan aman. Salah satunya adalah minum obat secara teratur, sehingga obat-obatan untuk mengendalikan penyakit yang sudah rutin mesti dibawa,” kata Kepala Puskes Haji Kemenkes Liliek Marhaendro Susilo dalam keterangan yang dikutip dari detikSumut, Senin 27 Mei 2024.

Agar jemaah haji bisa menghadapi cuaca panas ekstrem selama beribadah di Tanah Suci, berikut beberapa tips yang harus diperhatikan:

1, Istirahat yang cukup Liliek menekankan pentingnya istirahat yang cukup bagi jemaah haji. Hal itu untuk kelangsungan ibadah haji.

2. Membawa perbekalan yang cukup Jemaah haji disarankan untuk membawa perbekalan makan dan minum. Sebab, aktivitas di luar ruangan dalam durasi yang panjang bisa membuat jemaah haji mungkin lupa untuk makan dan minum.

Baca Juga :  Jelang Puncak Haji Petugas Ingatkan Jemaah Tak Bawa Alat Masak di Armuzna

“Kalau aktivitas berkepanjangan di luar, makanan itu tersedia di hotel, bukan di luar. Ada katering di hotel. Nah, orang yang sudah pernah atau sering ke sana pasti banyak membawa bekal, bawa kurma,” tutur Liliek.

“Misalnya mau shalat dzuhur sampai ashar di masjid, dia sudah siap bawa bekal,” sambungnya.

3. Menggunakan pelindung diri saat di luar ruangan. Selama beribadah haji, jemaah perlu menyesuaikan diri dengan suhu di Arab Saudi yang cenderung lebih panas dari Indonesia. Liliek pun mengimbau agar jemaah menggunakan alat pelindung diri dari sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan. Sebab di Indonesia, suhu paling panas sekitar 36 derajat Celsius. Sedangkan di Arab Saudi bisa mencapai 41 derajat Celsius.

“Gunakan alat pelindung diri. Pakai payung, pakai topi besar kalau ibu-ibu, pakai kacamata hitam, pakai masker, bawa semprotan air. Kalau terasa kering, disemprot supaya tidak kena heatstroke dan minum air,” ucapnya.

Baca Juga :  Puncak Arus Penumpang ke Sabang Diprediksi Terjadi pada 24-29 Desember

4. Minum air yang cukup Cuaca panas di Arab Saudi bisa memicu dehidrasi. Hal ini bisa terlihat dari kondisi urine yang mulai terlihat kuning kecoklatan, yang menunjukkan tubuh kurang cairan.

Sehingga penting untuk mengkonsumsi air yang cukup. Namun, perlu diperhatikan jumlah dan waktu minumnya.

“Jangan lupa minum air. Targetnya, tiap 1 jam 250 ml atau satu gelas. Tapi kalau dia minum sekaligus biasanya sering buang air kecil, cari toiletnya jauh, susah,” ujar Liliek.

“Makanya, kami ingatkan setiap 10 menit atau 15 menit, minumlah seteguk air. Supaya tenggorokan, kerongkongan tidak kering,” lanjutnya.

5. Jaga cairan tubuh tetap stabil. Meski kondisi cuaca panas, kelembaban udara di Arab Saudi terbilang rendah. Untuk menjaga cairan tubuh tetap stabil, jemaah haji bisa minum air putih yang dicampur oralit.

“Kalaupun dia keluar siang hari, pulang masuk ke hotel, minumlah air putih dicampur oralit. Supaya cairan di tubuhnya tetap stabil,” pungkasnya.[]

Sumber Berita : detik.com

Berita Terkait

Kepala Kemenag Aceh Barat Tekankan ASN Fokus pada Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
Bupati TRK Temui Dirjen Kementerian ATR/BPN, Percepatan Pelepasan Lahan Bekas HGU PT USJ
Pemuda Beutong Ateuh ingatkan bupati Nagan Raya Jangan tergesa gesa dalam mengambil keputusan
Yayasan Apel Green Aceh Minta Pemkab Nagan Raya Buka Dokumen Investasi Rp200 Triliun
Dari Donasi Rp10 Ribu, GARDA Indonesia Bangun Harapan untuk Anak Yatim di Aceh Singkil
Anak Perempuan Jadi Korban Pelecehan, Polres Aceh Barat Amankan Buruh Harian Lepas
Antisipasi El Nino “Godzilla”, Forkopimda Nagan Raya Perkuat Koordinasi Pencegahan Karhutla
Bupati TRK Terima Penghargaan Penyusunan PJPK Berkualitas dari Kemendukbangga/BKKBN

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:51 WIB

Kepala Kemenag Aceh Barat Tekankan ASN Fokus pada Kinerja dan Pelayanan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Bupati TRK Temui Dirjen Kementerian ATR/BPN, Percepatan Pelepasan Lahan Bekas HGU PT USJ

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:24 WIB

Pemuda Beutong Ateuh ingatkan bupati Nagan Raya Jangan tergesa gesa dalam mengambil keputusan

Senin, 8 Juni 2026 - 21:57 WIB

Yayasan Apel Green Aceh Minta Pemkab Nagan Raya Buka Dokumen Investasi Rp200 Triliun

Selasa, 19 Mei 2026 - 18:36 WIB

Dari Donasi Rp10 Ribu, GARDA Indonesia Bangun Harapan untuk Anak Yatim di Aceh Singkil

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:17 WIB

Anak Perempuan Jadi Korban Pelecehan, Polres Aceh Barat Amankan Buruh Harian Lepas

Senin, 20 April 2026 - 19:04 WIB

Antisipasi El Nino “Godzilla”, Forkopimda Nagan Raya Perkuat Koordinasi Pencegahan Karhutla

Rabu, 15 April 2026 - 18:31 WIB

Bupati TRK Terima Penghargaan Penyusunan PJPK Berkualitas dari Kemendukbangga/BKKBN

Berita Terbaru

Aceh Barat

Dilantik Sebagai Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr. Mursyidin

Senin, 20 Jul 2026 - 14:40 WIB