Aceh Barat — Kepedulian lintas negara kembali ditunjukkan oleh masyarakat dari Terengganu, Malaysia, yang menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Barat. Bantuan tersebut berupa seekor kerbau serta perlengkapan ibadah sebagai bentuk solidaritas menyambut bulan suci Ramadhan.
Penyaluran bantuan dilaksanakan di Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, dan difasilitasi oleh mahasiswa Universitas Teuku Umar yang sedang menjalankan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Berdampak.
Kerbau yang disalurkan diperuntukkan bagi tradisi masyarakat Aceh menjelang Ramadhan yang dikenal dengan meugang, yakni khanduri atau kenduri daging kerbau maupun sapi sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur dalam menyambut bulan suci.

Bantuan kemanusiaan ini dikoordinir langsung oleh Presiden Association Homestay Terengganu, Abah Azmi bin A. Aziz. Namun pada waktu yang bersamaan, beliau juga menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Aceh Utara, sehingga pelaksanaan penyaluran bantuan di Aceh Barat dipercayakan kepada tim PKM Berdampak Universitas Teuku Umar.
Dosen Pendamping Lapangan, Saiful Asra, yang turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat Terengganu atas kepedulian yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada warga Terengganu yang telah ikut berpartisipasi meuseuraya atau bergotong royong dalam masa pemulihan pascabencana banjir Sumatera yang terjadi pada 26 November 2025 lalu,” ujarnya.
Sementara itu, Keuchik Gampong Jambak, Lainiadi, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para donatur dari Malaysia yang telah membantu masyarakat melalui bantuan meugang tersebut.
Bantuan ini berasal dari beberapa lembaga masyarakat di Terengganu, yaitu Persatuan Pesara Kerajaan Malaysia (PPKM) Bahagian Negeri Terengganu, Persatuan Pesara Pegawai Perkhidmatan Pendidikan Kuala Nerus (5PKN) Terengganu, serta Masjid Kampung Beladau Kolam, Kuala Terengganu.
Masyarakat setempat menyambut bantuan ini dengan penuh haru, karena selain membantu kebutuhan ibadah, tradisi meugang juga menjadi momentum penting untuk menguatkan kebersamaan sosial setelah masa sulit akibat bencana banjir.
Bantuan lintas negara ini diharapkan semakin mempererat hubungan persaudaraan serumpun antara masyarakat Aceh dan Terengganu, sekaligus mempercepat pemulihan sosial masyarakat terdampak bencana. (AP)









