MeuligoeBerita – Perwakilan Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC PERGUNU) Aceh Barat menghadiri Konferensi Wilayah (Konferwil) II PW PERGUNU Aceh yang berlangsung di Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Sibreh, Aceh Besar, pada Sabtu-Minggu, 25-26 April 2026.
Hadir mewakili PC PERGUNU Aceh Barat dalam forum tertinggi tingkat wilayah tersebut adalah Tgk. Nurdin Kamal, M.Pd dan Tgk. Suhaimi, M.Ag. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) PERGUNU, Dr. Ahmad Zuhri, yang memberikan arahan strategis mengenai penguatan peran guru sebagai pilar utama pendidikan di Indonesia.

Ketua PC PERGUNU Aceh Barat, Tgk. Mukhtaruddin Pakeh, M.H, menyampaikan apresiasi dan harapannya atas terselenggaranya Konferwil II ini. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara pengurus wilayah dan cabang untuk memajukan kualitas guru di daerah.
“Kami dari PC PERGUNU Aceh Barat berharap momentum Konferwil ini menjadi titik tolak penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat basis. Semoga kepengurusan yang baru mampu melahirkan program-program inovatif yang menyentuh langsung kebutuhan guru-guru NU di daerah, khususnya dalam peningkatan kompetensi dan kesejahteraan,” ujar Tgk. Mukhtaruddin.
Ketua PWNU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali (Abu Sibreh), dalam sambutannya menegaskan bahwa PERGUNU harus terus menjadi organisasi profesi yang istiqamah di Aceh. Beliau menekankan agar organisasi ini konsisten dalam meningkatkan mutu pendidikan serta memperkuat karakter guru sebagai pendidik yang berintegritas, berakhlak, dan berdaya saing.

Salah satu agenda utama dalam Konferwil II ini adalah pemilihan Ketua PW PERGUNU Aceh masa khidmat 2026–2031. Melalui mekanisme musyawarah yang demokratis, transparan, dan penuh kekeluargaan, terpilih susunan kepemimpinan baru sebagai berikut Ketua: Tgk. Dr. Furqan, MA didampingi Sekretaris Tgk. Khasanda, M.Pd
Dalam pernyataan perdananya, Tgk. Dr. Furqan, MA menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh peserta Konferwil. Ia menegaskan bahwa amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara kolektif demi kemajuan pendidikan Islam di Serambi Mekkah.









