Banda Aceh — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK). Pada tanggal 22 November 2025, Tim Debat delegasi USK berhasil meraih Juara I tingkat nasional dalam Kompetisi Debat Pendidikan Nasional yang diselenggarakan pada Festival Aneuk Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FAKIP) 6 International Edufair.
Kompetisi ini diikuti oleh sejumlah tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki perhatian serius terhadap isu-isu strategis di bidang pendidikan. Setiap tim dituntut untuk mampu menganalisis permasalahan pendidikan secara komprehensif serta menawarkan solusi yang relevan, aplikatif, dan berkelanjutan.
Dosen Pembimbing Tim Debat USK, Lia Sautunnida, S.H., M.C.L., menyampaikan bahwa kompetisi debat pendidikan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mahasiswa terhadap berbagai isu strategis pendidikan nasional, sekaligus mendorong lahirnya gagasan-gagasan kritis dan solutif dalam menjawab tantangan pendidikan Indonesia.
“Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan bekal yang berharga bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi akademik di masa mendatang,” ujar Bu Lia.
Tim Debat USK sendiri terdiri dari tiga mahasiswa berprestasi, yaitu Fawwaz Zulfikar, Luthfia Izza Nafara, dan Najwa Rizqi Amanda. Ketiganya merupakan mahasiswa aktif yang telah berpengalaman mengikuti berbagai ajang kompetisi debat, baik di tingkat regional maupun nasional.
Dalam proses persiapan, keterbatasan waktu tidak menjadi hambatan bagi tim. Justru kondisi tersebut menjadi pemacu semangat untuk tampil maksimal. Melalui kerja sama tim yang solid, penyusunan argumentasi yang kuat, serta penguasaan isu pendidikan yang mendalam, Tim Debat USK berhasil menunjukkan performa terbaiknya hingga keluar sebagai Juara I Kompetisi Debat Pendidikan Nasional pada ajang FAKIP 6 International Edufair.
Capaian ini semakin menegaskan komitmen Universitas Syiah Kuala dalam mendorong pengembangan kualitas akademik mahasiswa, khususnya dalam membangun budaya berpikir kritis, komunikatif, dan solutif di kalangan generasi muda. (AP)









