Wakil Bupati Buka Rakor TPPS Nagan Raya: Percepatan Stunting Harus Lintas Sektor

Rabu, 25 Juni 2025 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nagan Raya, Meuligoeberita – Wakil Bupati Nagan Raya, Raja Sayang, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Aula Bappeda, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, pada Rabu (25/6/2025).

 

Wakil Bupati menegaskan bahwa penurunan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan memerlukan sinergi berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan dalam skema pentahelix.

 

“Sejak awal, kami menggandeng berbagai unsur organisasi profesi, tokoh agama, akademisi, swasta, media, dan pemerintah daerah untuk merancang dan mengawal program intervensi stunting secara kolaboratif,” ujar Raja Sayang.

Baca Juga :  Perang 12 Hari Berakhir, Apa yang Diperoleh Trump, Netanyahu dan Khamenei

 

Ia menekankan pentingnya capaian indikator semester I tahun 2025 sebagai ukuran keberhasilan awal. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 18,8 persen pada akhir tahun.

 

Wabup juga mengingatkan agar seluruh intervensi, baik sensitif maupun spesifik, lebih fokus pada keluarga berisiko stunting. “Kita harus bergerak lebih cepat dan terarah untuk mencegah kelahiran anak stunting baru,” tegasnya.

 

Pelaksana Tugas Kepala DPMGP4, Siddiqi Abdul Rahman, dalam laporannya menyampaikan bahwa tren penurunan stunting secara nasional masih lambat, dengan penurunan hanya 0,1 persen berdasarkan data SKI 2023.

Baca Juga :  Angka Kemiskinan Turun Drastis Menjadi 15,50% di Tahun 2025 Di Aceh Barat

 

Ia memaparkan pentingnya pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang melibatkan BUMN, BUMD, swasta, komunitas, dan media untuk mendampingi keluarga berisiko.

 

“Dari 45.860 keluarga di Nagan Raya, sebanyak 31.250 menjadi sasaran intervensi, dengan 6.063 di antaranya tergolong keluarga berisiko tinggi,” jelas Siddiq.

 

Sumber : infopublik

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Panggilan Hati, Cut Nyak Tri Wahyuni Galang Dana Bantu Masyarakat Gagal Ginjal di Nagan Raya
Perkuat Peran Keluarga dalam Pendidikan, Bupati TRK Imbau Orang Tua Antar Anak pada Hari Pertama Sekolah
Pemkab Nagan Raya Perkuat Promosi Batu Giok sebagai Ikon Daerah Bernilai Ekonomi Tinggi
Pemuda Beutong Ateuh ingatkan bupati Nagan Raya Jangan tergesa gesa dalam mengambil keputusan
Pemkab Nagan Raya Gelar Evaluasi Kinerja dan Uji Kompetensi JPT Pratama
Diskominfo Nagan Raya Gelar Pembinaan Teknis Lanjutan EPSS untuk Perkuat Tata Kelola Data Statistik Sektoral
Bupati TRK: Masyarakat Nagan Raya Kini Bisa Berobat Cukup dengan KTP dan KK
Masyarakat Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Segala Jenis Ijin Pertambangan di Beutong Ateuh Banggalang

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 00:22 WIB

Panggilan Hati, Cut Nyak Tri Wahyuni Galang Dana Bantu Masyarakat Gagal Ginjal di Nagan Raya

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:17 WIB

Perkuat Peran Keluarga dalam Pendidikan, Bupati TRK Imbau Orang Tua Antar Anak pada Hari Pertama Sekolah

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:03 WIB

Pemkab Nagan Raya Perkuat Promosi Batu Giok sebagai Ikon Daerah Bernilai Ekonomi Tinggi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:24 WIB

Pemuda Beutong Ateuh ingatkan bupati Nagan Raya Jangan tergesa gesa dalam mengambil keputusan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:13 WIB

Pemkab Nagan Raya Gelar Evaluasi Kinerja dan Uji Kompetensi JPT Pratama

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:08 WIB

Diskominfo Nagan Raya Gelar Pembinaan Teknis Lanjutan EPSS untuk Perkuat Tata Kelola Data Statistik Sektoral

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:29 WIB

Bupati TRK: Masyarakat Nagan Raya Kini Bisa Berobat Cukup dengan KTP dan KK

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:47 WIB

Masyarakat Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Segala Jenis Ijin Pertambangan di Beutong Ateuh Banggalang

Berita Terbaru

Aceh Barat

Dilantik Sebagai Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr. Mursyidin

Senin, 20 Jul 2026 - 14:40 WIB