Pengabdian Masyarakat Mahasiswa S2 Sosiologi & S1 Ilmu Administrasi Negara Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Gampung Drien Rampak

Senin, 7 Oktober 2024 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Magister (S2) Sosiologi dan Mahasisa S1 Ilmu Admistrasi Negara Universitas Teuku Umar foto bersama usai melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Gampong Drien Rampak

Mahasiswa Magister (S2) Sosiologi dan Mahasisa S1 Ilmu Admistrasi Negara Universitas Teuku Umar foto bersama usai melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Gampong Drien Rampak

MeuligoeBerita.com | Aceh Barat – Mahasiswa Magister (S2) Sosiologi dan Mahasisa S1 Ilmu Admistrasi Negara Universitas Teuku Umar melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Gampong Drien Rampak, bertempat di kebun TP PKK, bekerja sama dengan Komunitas Gerakan Peduli Lingkungan (GPL). Senin, 7 Oktober 2024

Kegiatan ini berfokus pada edukasi terkait pemanfaatan sampah dan pengelolaan sampah yang berpotensi memberikan dampak positif baik dari segi ekonomi maupun lingkungan.

Mahasiswa dan anggota GPL mengajarkan masyarakat bagaimana cara memanfaatkan sampah organik dan anorganik agar dapat diolah menjadi barang yang bernilai guna. Salah satu fokusnya adalah mengubah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi seperti pupuk kompos dan kerajinan tangan yang dapat dijual, serta bagaimana menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari sampah.

Para dosen dan mahasiswa terlibat secara aktif dalam kegiatan ini, memberikan penjelasan dan praktik langsung mengenai pemilahan sampah, teknik pembuatan kompos, serta cara mendaur ulang limbah plastik menjadi produk kreatif. Kegiatan edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Gampong Drien Rampak tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memberdayakan mereka secara ekonomi melalui pemanfaatan sampah.

Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan komunitas GPL, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan desa yang lebih hijau dan mandiri dalam mengelola sampah, sejalan dengan visi menciptakan lingkungan bebas sampah yang berkelanjutan.

Para mahasiswa, dosen, dan anggota Komunitas Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) dengan antusias memperkenalkan beragam produk inovatif yang dibuat dari bahan-bahan sampah yang telah diolah secara kreatif dan ramah lingkungan. Salah satu produk yang menarik perhatian adalah kursi yang terbuat dari limbah plastik. Melalui teknik daur ulang dan pengolahan material, kursi ini tidak hanya menjadi furnitur yang fungsional, tetapi juga estetis dan tahan lama, sekaligus menyampaikan pesan penting tentang keberlanjutan.

Selain itu, para mahasiswa juga memperkenalkan tas tangan yang elegan dan tas arsip yang praktis, keduanya terbuat dari bahan-bahan bekas seperti kain perca dan plastik daur ulang. Produk-produk ini dirancang tidak hanya untuk keperluan sehari-hari, tetapi juga sebagai contoh bagaimana barang-barang yang sering dianggap sampah dapat diubah menjadi produk bernilai jual tinggi. Tas arsip dan tas tangan tersebut memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk serupa di pasaran, bahkan memiliki keunikan tersendiri karena berbasis pada prinsip daur ulang dan ekonomi sirkular.

Baca Juga :  Ketua SWI Aceh Barat: Meski Memiliki Resiko Yang Besar Berprofesi Sebagai Jurnalis itu Juga Sangat Mulia

Produk lain yang menjadi perhatian adalah kantong belanja ramah lingkungan yang didesain untuk menggantikan kantong plastik sekali pakai. Kantong ini dibuat dari bahan-bahan yang lebih tahan lama dan dapat digunakan berulang kali, mendukung upaya pengurangan sampah plastik di Gampong Drien Rampak. Para mahasiswa juga memberikan edukasi tentang pentingnya menggunakan kantong belanja ramah lingkungan sebagai langkah kecil namun signifikan dalam mengurangi pencemaran plastik di lingkungan sekitar.

Melalui pengenalan produk-produk ini, mahasiswa, dosen, dan Komunitas GPL tidak hanya menunjukkan potensi ekonomi dari pengelolaan sampah yang tepat, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat. Kegiatan ini mengajarkan bahwa sampah, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah, sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Dengan ide-ide kreatif tersebut, diharapkan masyarakat dapat melihat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan lokal.

Foto Demo Pembuatan Pupuk Kompos dari Sisa Sampah

Mahasiswa, dosen, dan anggota Komunitas Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) juga mengadakan demonstrasi langsung di acara tersebut, memperlihatkan langkah-langkah praktis dalam mengelola sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat. Mereka memulai dengan menjelaskan jenis-jenis sampah organik yang dapat diolah, seperti sisa-sisa makanan, dedaunan, dan limbah pertanian. Proses pengomposan yang sederhana dan bisa diterapkan oleh masyarakat di tingkat rumah tangga menjadi fokus utama dari demonstrasi ini.

Para mahasiswa menunjukkan bagaimana sampah organik yang dikumpulkan dapat diolah melalui teknik tumpukan berlapis, memanfaatkan bahan alami seperti tanah, sekam padi, dan bahan hijauan untuk mempercepat proses penguraian. Mereka mempraktikkan cara mencampur sampah organik dengan takaran yang tepat, menjaga keseimbangan antara bahan hijau dan coklat untuk mendapatkan kompos yang berkualitas. Tidak hanya itu, dijelaskan pula bagaimana menjaga kelembaban dan aerasi pada tumpukan kompos agar proses fermentasi berjalan dengan optimal.

Demonstrasi ini juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, di mana masyarakat dapat mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, sekaligus memanfaatkan kompos hasil pengolahan untuk menyuburkan tanah di kebun atau ladang mereka. Dalam prakteknya, mahasiswa dan dosen melibatkan peserta dari masyarakat Gampong Drien Rampak secara langsung, memberi mereka kesempatan untuk ikut serta dalam proses pengomposan, sehingga mereka dapat memahami teknik yang benar secara langsung.

Baca Juga :  Disdik Aceh Dorong Pendidikan Berkualitas di Simeulue

Selain memberikan manfaat lingkungan dengan mengurangi volume sampah organik, pembuatan kompos ini juga dipromosikan sebagai solusi yang dapat menambah penghasilan masyarakat. Kompos yang dihasilkan dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah pertanian dan perkebunan lokal, atau dijual sebagai produk pupuk organik. Dengan pengetahuan ini, masyarakat diharapkan dapat mengubah cara pandang mereka terhadap sampah, dari yang sebelumnya dianggap sebagai masalah, menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi lingkungan dan ekonomi lokal.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa Magister (S2) Sosiologi Universitas Teuku Umar bersama Komunitas Gerakan Peduli Lingkungan (GPL) di Gampong Drien Rampak telah memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat setempat. Melalui edukasi tentang pengelolaan sampah dan pemanfaatannya menjadi produk bernilai guna seperti kursi dari limbah plastik, tas tangan, tas arsip, dan kantong belanja ramah lingkungan, kegiatan ini berhasil mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Sampah yang sebelumnya dianggap sebagai masalah kini dilihat sebagai sumber daya yang dapat diolah untuk mendukung ekonomi keluarga dan memperbaiki lingkungan.

Selain itu, demonstrasi pengolahan sampah organik menjadi kompos memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat tentang cara memanfaatkan sampah rumah tangga untuk menyuburkan tanah atau sebagai peluang usaha baru. Masyarakat terlibat aktif dalam praktik ini, mendapatkan keterampilan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, serta melihat potensi sampah sebagai sumber pendapatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru serta memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di Gampong Drien Rampak.

Penulis : Redaksi

Editor : Arif Fahmi

Berita Terkait

Kepala Kemenag Aceh Barat Tekankan ASN Fokus pada Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
PUPR Aceh Bahas Substansi Rancangan Qanun Tata Ruang Kabupaten Pidie
Disdik Aceh Dorong Pendidikan Berkualitas di Simeulue
Siswa SMK 1 Pante Cermin Ujian di Atas Bukit karena Susah Sinyal
Pengurus Korps Alumni STAIN Meulaboh Resmi Dilantik
SMPN 2 Meulaboh Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) ke-79, Dengan Melaksanakan Upacara Bendera
Ketua SWI Aceh Barat: Meski Memiliki Resiko Yang Besar Berprofesi Sebagai Jurnalis itu Juga Sangat Mulia
Polres Nagan Raya Gelar Kegiatan Jum’at Bergizi Dukung 100 Hari Kerja Presiden RI

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:51 WIB

Kepala Kemenag Aceh Barat Tekankan ASN Fokus pada Kinerja dan Pelayanan Masyarakat

Kamis, 8 Mei 2025 - 22:40 WIB

PUPR Aceh Bahas Substansi Rancangan Qanun Tata Ruang Kabupaten Pidie

Kamis, 8 Mei 2025 - 22:36 WIB

Disdik Aceh Dorong Pendidikan Berkualitas di Simeulue

Selasa, 25 Februari 2025 - 12:14 WIB

Siswa SMK 1 Pante Cermin Ujian di Atas Bukit karena Susah Sinyal

Selasa, 11 Februari 2025 - 20:56 WIB

Pengurus Korps Alumni STAIN Meulaboh Resmi Dilantik

Senin, 25 November 2024 - 18:13 WIB

SMPN 2 Meulaboh Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) ke-79, Dengan Melaksanakan Upacara Bendera

Sabtu, 16 November 2024 - 22:35 WIB

Ketua SWI Aceh Barat: Meski Memiliki Resiko Yang Besar Berprofesi Sebagai Jurnalis itu Juga Sangat Mulia

Jumat, 8 November 2024 - 18:45 WIB

Polres Nagan Raya Gelar Kegiatan Jum’at Bergizi Dukung 100 Hari Kerja Presiden RI

Berita Terbaru

Aceh Barat

Dilantik Sebagai Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr. Mursyidin

Senin, 20 Jul 2026 - 14:40 WIB