Meuligoeberita, Banda Aceh – Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Anak Muda Pembela Tanoh Aceh (Gempata) kembali menggelar unjuk rasa menyoroti lambannya penanganan pascabencana di Aceh. Setelah sebelumnya berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Aceh, kali ini mereka menyampaikan aspirasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (9/3/2026).
Pantauan Media di lokasi, massa aksi sempat membakar ban di depan pagar utama Gedung DPRA saat menyampaikan orasi.
Koordinator Lapangan Gempata Saputra Ariga mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk menuntut percepatan penanganan bencana yang dinilai masih lambat.
“Masyarakat sampai hari ini masih ada yang terisolasi. Kita akan tetap menyampaikan dan memperjuangkan hal ini sampai ada tindakan nyata Pemerintah Aceh,” kata Ariga.
“Masyarakat sampai hari ini masih ada yang terisolasi. Kita akan tetap menyampaikan dan memperjuangkan hal ini sampai ada tindakan nyata Pemerintah Aceh,” kata Ariga.
Menurut Ariga, hingga saat ini masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi. Selain itu, sejumlah infrastruktur seperti jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana juga belum tersentuh penanganan.
“Harapan kita setelah ada aksi ini, Pemerintah Aceh membenahi segala persoalan-persoalan dan meningkatkan kualitas kinerjanya, serta betul-betul hadir sebagai ujung tombak kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menilai kinerja Kepala Pos Komando Penanggulangan Bencana Aceh berjalan lamban dan tidak terarah.
Ariga menyebut informasi terkait perencanaan hingga realisasi penanganan bencana dinilai masih tertutup.
Atas dasar itu, mahasiswa mendesak DPR Aceh memanggil Pemerintah Aceh untuk membuka secara transparan dokumen penanganan bencana, mulai dari tahap perencanaan hingga realisasi. “Kami juga mendesak Pemerintah Aceh agar dapat menyampaikan kepada publik rencana penggunaan dana TKD sebesar Rp 1,6 triliun,” ungkapnya.
Mahasiswa Diterima Pimpinan DPRA Setelah menyampaikan orasi, sejumlah perwakilan mahasiswa dipersilakan masuk ke dalam gedung untuk melakukan audiensi. Mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRA Ali Basrah. Ali mengatakan aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan dibahas dalam rapat pimpinan DPRA untuk menentukan langkah selanjutnya.
“Soal aspirasi mereka, nanti akan kita bawa apa yang disampaikan ini dengan rapat pimpinan DPRA. Kita akan mendiskusikan bagaimana langkah dan mekanisme,” kata Ali. Ia menegaskan, DPR Aceh ingin kondisi daerah tetap stabil, aman, dan kondusif.
“Kita ingin menyelesaikan pascabencana, pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi bisa cepat. Sehingga masyarakat kita bisa merasakan aman dengan pelayanan Pemerintah Aceh,” ujarnya.
Sumber: rilis (KP)
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Rilis (KP)









