Polres Aceh Barat Gelar Pasukan Operasi Patuh Seulawah 2024

Senin, 15 Juli 2024 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andi Kirana SIK saat menyematkan pita operasi kepada petugas, (Ist).

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andi Kirana SIK saat menyematkan pita operasi kepada petugas, (Ist).

Meulaboh, meuligoeberita.com – Polres Aceh Barat menggelar upacara apel pasukan operasi patuh Seulawah 2024. Untuk tahun ini, operasi itu mengusung tema tertib berlalu lintas demi terwujudnya Indonesia emas.

Kegiatan itu dipimpin langsung Kapolres Aceh Barat, AKBP Andi Kirana SIK dan turut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda dilaksanakan di lapangan apel Mapolres setempat, Senin (15/7/2024).

Adapun yang menjadi perwira apel Kasat lantas Polres Aceh Barat, Iptu Yusrizal serta komandan upacara Ipda Novi Asriadi yang juga sebagai Kanit Gakkum Satlantas di daerah tersebut.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andi Kirana yang membacakan amanat Kapolda Aceh menyampaikan apel gelar pasukan ini dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi Kamseltibcarlantas yang akan dilaksanakan selama 14 hari mulai dari tanggal 15 Juli hingga 28 Juli 2024.

“Operasi patuh ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan tema tertib berlalu lintas demi terwujudnya Indonesia emas,” ucap AKBP Andi Kirana dalam keterangannya dikutip meuligoeberita.com, Senin 15 Juli 2024.

Baca Juga :  Air Sungai Meluap, Dua Desa di Aceh Jaya Terendam Banjir

Kata Andi, Operasi ini dilaksankan setiap tahun dan merupakan kalender Kamtibmas seperti yang akan kita laksanakan saat ini, berdasarkan analisa dan evaluasi kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polda Aceh.

Ia menyebutkan, pada tahun 2023, ada sebanyak 66.220 pelanggar lalu lintas dan untuk tahun ini, periode Januari hingga Juni tahun 2024 tercatat sudah mencapai angka 75.502 pelanggaran.

Sementara, lanjut Andi, untuk kasus Lakalantas, pada tahun 2023 ada sebanyak 1.786 kasus dan sebanyak 386 orang dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan pada periode bulan Januari hingga Juni tahun ini juga telah terjadi sebanyak 3.538 kasus lakalantas dan korban meninggal dunia sebanyak 456 orang.

“Permasalahan-permasalahan tersebut dibutuhkan peran serta seluruh stakeholder agar mampu meningkatkan kampanye Kamseltibcarlantas. Selain itu juga diperlukan koordinasi bersama antar instansi pemerintahan lainnya yang selama ini dirasakan masih perlu ditingkatkan sehingga dapat menentukan solusi penyelesaian secara menyeluruh,” katanya.

Baca Juga :  Dirsamapta Polda Aceh Akan Berkoordinasi Dengan KIP Untuk Pengamanan Sidang Pleno Di Tingkat Provinsi

Pun demikian, kata Kapolres, operasi patuh seulawah tahun 2024 bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas dan angka fatalitas korban lakalantas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.

Selain itu, ia juga menyebutkan, operasi ini termasuk jenis operasi harkamtibmas bidang lantas yang mengedepankan tindakan premetif, preventif dan gakkum lantas.

Adapun sasaran pelanggaran prioritas dalam operasi patuh Seulawah 2024 ini adalah:

1. Pengemudi atau pengendara ranmor yang menggunakan ponsel saat berkendara.

2. Pengemudi atau pengendara ranmor yang masih dibawah umur.

3. Pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari 1 (satu) orang.

4. Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm sni dan pengemudi ranmor yang tidak menggunakan safety belt.

5. Pengemudi atau pengendara ranmor dalam pengaruh atau mengkonsumsi alkohol.

6. Pengemudi atau pengendara ranmor yang melawan Arah, dan

7. Pengemudi atau pengendara ranmor yang melebihi batas kecepatan.

8. Pengemudi atau pengendara ranmor yang ugal- ugalan.[]

Berita Terkait

PCNU dan PERTI Dukung Gerakan Safari Subuh di Aceh Barat
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Abang Kandung Dari Ketua PD IWO Nagan Raya Tutup Mata di Kuala Pesisir
Kapolres Nagan Raya, Ajak Wartawan Ngopi Bareng
RRI Meulaboh Gelar Aksi Bersih di Monumen Kupiah Meukeutop
Hampir Setahun Usai Bencana, Masyarakat Beutong Ateuh Masih Keluhkan Air Bersih
Angkat Isu Job Scam, Mahasiswa USK Raih Bronze Medal di Ajang Internasional Thailand
Gerakan Rp10 Ribu per Bulan GARDA Indonesia Bangun Harapan, Rumah Dhuafa ke-7 Segera Rampung di Aceh Singkil
APEL Green Aceh Bawa Sengketa Informasi Investasi Rp200 Triliun ke Komisi Informasi Aceh

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:03 WIB

PCNU dan PERTI Dukung Gerakan Safari Subuh di Aceh Barat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, Abang Kandung Dari Ketua PD IWO Nagan Raya Tutup Mata di Kuala Pesisir

Selasa, 22 September 2026 - 17:17 WIB

Kapolres Nagan Raya, Ajak Wartawan Ngopi Bareng

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 01:52 WIB

RRI Meulaboh Gelar Aksi Bersih di Monumen Kupiah Meukeutop

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Hampir Setahun Usai Bencana, Masyarakat Beutong Ateuh Masih Keluhkan Air Bersih

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Angkat Isu Job Scam, Mahasiswa USK Raih Bronze Medal di Ajang Internasional Thailand

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Gerakan Rp10 Ribu per Bulan GARDA Indonesia Bangun Harapan, Rumah Dhuafa ke-7 Segera Rampung di Aceh Singkil

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:05 WIB

APEL Green Aceh Bawa Sengketa Informasi Investasi Rp200 Triliun ke Komisi Informasi Aceh

Berita Terbaru

Berita

SWI Gelar UKW di Provinsi Kalimantan Selatan

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:23 WIB

Aceh Barat

PCNU dan PERTI Dukung Gerakan Safari Subuh di Aceh Barat

Jumat, 16 Okt 2026 - 09:03 WIB