MeuligoeBerita – Sebanyak 9 siswa dan siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Aceh Barat terpilih menjadi bagian dari 25 peserta delegasi Kabupaten Aceh Barat yang akan membawa nama daerah ke kancah internasional melalui ajang Asia Pacific Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop (APOC) 2026 di Terengganu, Malaysia.
Delegasi Aceh Barat dijadwalkan bertolak ke Malaysia untuk mengikuti rangkaian kegiatan APOC 2026 yang berlangsung pada 7–10 September 2026. Kegiatan ini mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan negara di kawasan Asia Pasifik dalam sebuah ajang yang memadukan kompetisi akademik, pengembangan wawasan, serta edukasi tentang pariwisata berkelanjutan.
Keikutsertaan sembilan siswa MAN 1 Aceh Barat menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah. Mereka akan bersaing dengan peserta dari berbagai negara sekaligus mendapatkan pengalaman internasional yang diharapkan dapat memperluas wawasan, meningkatkan kepercayaan diri, dan memotivasi siswa untuk terus mengembangkan prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Dr. H. Khairul Azhar, MA, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan siswa madrasah dalam ajang internasional tersebut.
Menurutnya, keikutsertaan siswa Aceh Barat dalam APOC merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang memiliki kompetensi dan keberanian untuk bersaing di tingkat internasional.
“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung keikutsertaan siswa-siswi MAN 1 Aceh Barat dan seorang siswi dari MAN 2 Aceh Barat dalam ajang internasional ini. Ini bukan hanya tentang mengikuti sebuah kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi anak-anak kita untuk mendapatkan pengalaman, membangun jejaring, serta membawa nama baik Aceh Barat dan Indonesia,” ujar Khairul Azhar.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga nama baik madrasah, Aceh Barat dan Indonesia.
“Kita berharap mereka tidak hanya pulang membawa prestasi, tetapi juga pengalaman dan wawasan baru yang nantinya dapat dibagikan kepada teman-teman di madrasah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, M.Pd, menyatakan bahwa pihak madrasah telah memberikan dukungan dan mempersiapkan para siswa untuk menghadapi kompetisi tersebut.
Menurut Faisal, kesempatan mengikuti APOC merupakan bagian penting dari proses pembelajaran karena siswa tidak hanya dituntut menguasai materi akademik, tetapi juga memiliki mental kompetitif, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian tampil di lingkungan internasional.

“Kami dari MAN 1 Aceh Barat tentu sangat bangga dan memberikan dukungan penuh kepada sembilan siswa yang menjadi bagian dari delegasi Aceh Barat. Mereka telah mempersiapkan diri dan kami berharap dapat tampil maksimal dalam kompetisi ini,” kata Faisal.
Ia menambahkan, pihak madrasah terus mendorong siswa untuk berani mengikuti berbagai kompetisi di tingkat regional, nasional maupun internasional.
“Menang atau mendapatkan medali tentu menjadi harapan. Tetapi yang paling penting adalah mereka berani mengambil kesempatan, belajar dari pengalaman, dan mampu menunjukkan bahwa siswa madrasah juga siap bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.
Faisal juga berharap pengalaman para siswa selama berada di Malaysia nantinya dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk mengikuti berbagai ajang kompetisi dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Ketua Delegasi APOC Aceh Barat, Aduwina Pakeh, menjelaskan bahwa delegasi Aceh Barat yang berjumlah 25 siswa merupakan hasil proses penjaringan dan persiapan yang dilakukan sebelumnya.
Menurutnya, program ini dirancang bukan sekadar untuk mengejar prestasi berupa medali, tetapi juga memberikan pengalaman internasional kepada siswa Aceh Barat.
“APOC 2026 menjadi salah satu momentum bagi anak-anak Aceh Barat untuk melihat dunia yang lebih luas. Mereka akan bertemu dan berkompetisi dengan peserta dari berbagai daerah dan negara di kawasan Asia Pasifik. Ini tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga,” jelas Aduwina.
Ia mengatakan, Asia Pacific Olympiad Championship and Sustainable Tourism Workshop 2026 memiliki dua dimensi penting. Pertama, kompetisi atau olimpiade yang mendorong kemampuan akademik dan daya saing peserta. Kedua, workshop mengenai sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan, yang memberikan wawasan kepada generasi muda tentang bagaimana potensi pariwisata dapat dikembangkan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, budaya dan ekonomi.

“Ini sangat relevan dengan Aceh Barat yang memiliki banyak potensi wisata alam, sejarah dan budaya. Karena itu, peserta tidak hanya diharapkan mampu berkompetisi secara akademik, tetapi juga memahami bagaimana generasi muda dapat berperan dalam pembangunan pariwisata yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara Universitas Teuku Umar ini menambahkan bahwa keikutsertaan 25 peserta Aceh Barat merupakan bagian dari upaya membangun tradisi baru, yakni memberikan ruang yang lebih luas kepada pelajar daerah untuk mendapatkan pengalaman dan eksposur internasional.
“Kami ingin anak-anak Aceh Barat memiliki keberanian bermimpi lebih besar. Mereka harus tahu bahwa kesempatan untuk tampil di tingkat internasional terbuka bagi mereka. Dari kegiatan seperti inilah kita berharap lahir generasi Aceh Barat yang percaya diri, kompetitif, berwawasan global, tetapi tetap membawa identitas daerahnya,” katanya.
APOC 2026 diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan kompetisi, pendidikan, pertukaran pengalaman dan pengenalan konsep pariwisata berkelanjutan.
Ke -9 siswa/i MAN 1 Aceh Barat tersebut adalah : Wabil Ghaisan, Rasya Belva Ilham; Muhammad Yusuf; T. Chairil Anwar; Ade Syafira; Azka Faheyza; Balqis Sabilah Musaddiq; Rijalul Shihab; dan Teuku Muhammad Rayyan Tandi.
Bagi 25 siswa delegasi Aceh Barat, termasuk sembilan siswa MAN 1 Aceh Barat, perjalanan ke Terengganu bukan sekadar perjalanan mengikuti perlombaan. Mereka membawa misi untuk belajar, berkompetisi, membangun jejaring dan mengharumkan nama Aceh Barat di tingkat internasional.
Dengan dukungan madrasah, Kementerian Agama, orang tua dan masyarakat, para peserta diharapkan mampu tampil optimal selama mengikuti APOC 2026.
Turut hadir di acara pelepasan yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Ketua Komite MAN 1 Aceh Barat, Drs. Hasan Basri, MA, Anggota Komite Sandi, MA dan guru pendamping program APOC 2026 Novi Yulinda Sari, S.Pd., M.Pd atau Miss Linda dan Rizka Puji Lestari S, S.Pd. (AP)






