MeuligoeBerita – Semangat generasi muda Aceh Barat untuk menembus panggung internasional kembali ditunjukkan. Sebanyak 24 siswa tingkat SLTA se-Aceh Barat siap bertolak ke Terengganu, Malaysia, untuk mengikuti Asian Pacific Olympiade Championship and Sustainable Tourism (APOC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–10 September 2026.
Para pelajar terbaik tersebut akan membawa nama Aceh Barat dalam ajang yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah dan negara. Kehadiran mereka menjadi momentum penting untuk menguji kemampuan, memperluas pengalaman, sekaligus memperkenalkan potensi generasi muda Aceh Barat di tingkat internasional.
Ketua Delegasi APOC 2026 Aceh Barat, Aduwina Pakeh, M.Sc, mengatakan 24 peserta akan mengikuti berbagai cabang kompetisi sesuai bidang masing-masing. Hal itu ditegaskan saat melakukan pertemuan dengan seluruh orangtua wali siswa dan peserta yang mengikuti ajang APOC 2026.
Cabang yang akan diikuti meliputi Public Speaking, Tahfiz, Biologi, Bahasa Arab, Matematika, dan Bahasa Inggris.

Menurut Aduwina Pakeh, keberangkatan para siswa tidak semata-mata mengejar medali atau juara. Lebih dari itu, APOC menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk berani tampil, berkompetisi, membangun jejaring, serta mengukur kemampuan mereka dalam lingkungan internasional.
“Kita ingin anak-anak Aceh Barat mendapatkan pengalaman yang tidak mereka dapatkan setiap hari. Mereka akan berkompetisi, belajar, berinteraksi dengan peserta lain dan membawa nama Aceh Barat ke panggung internasional,” ujar Dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara, Universitas Teuku Umar itu.
Ketua Panitia silaturrahmi orangtua siswa, peserta dan tim travel, Faisal, memastikan rombongan akan membawa bendera Aceh Barat selama mengikuti kegiatan di Terengganu.
Bendera tersebut akan menjadi simbol identitas dan kebersamaan para peserta dalam menjalankan misi membawa nama daerah.
“Kita berangkat ke sana akan membawa bendera Aceh Barat. Karena ini kolaborasi, kekompakan harus solid sehingga kita semakin kuat dalam perjuangan dan harus menjadi atensi kita bersama,” ujar Faisal.
Ia berharap seluruh peserta tidak hanya fokus pada kompetisi individual, tetapi juga mampu membangun kekompakan sebagai satu delegasi Aceh Barat.

Kepala SMA Negeri 1 Meulaboh, Sumardi, memberikan motivasi kepada para peserta agar mempersiapkan diri secara maksimal.
Ia meminta para siswa tampil percaya diri, menjunjung sportivitas dan menunjukkan kemampuan terbaik pada setiap cabang yang diikuti.
“Persiapkan diri dengan baik. Tampilkan kemampuan terbaik dan yang paling penting jaga nama baik Aceh Barat selama berada di Malaysia,” pesannya.
Menurutnya, kesempatan mengikuti kompetisi internasional merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi siswa untuk membangun mental dan kepercayaan diri.
Sementara itu, Abi Jamal, pemilik Abi Travel yang turut mendampingi rombongan, mengingatkan peserta agar menjadikan disiplin sebagai bagian penting selama perjalanan.
Peserta diminta mematuhi jadwal yang telah ditetapkan, menjaga ketertiban, serta memastikan seluruh dokumen perjalanan dan kebutuhan administratif telah dipersiapkan.
“Disiplin merupakan faktor utama yang sangat perlu menjadi perhatian. Semua peserta harus mengikuti jadwal dan arahan selama kegiatan berlangsung,” kata Abi Jamal.
Selain mengikuti kompetisi, para siswa juga akan mendapatkan pengalaman melalui agenda wisata edukasi di sejumlah lokasi di Terengganu.
Rangkaian kegiatan tersebut antara lain direncanakan mencakup kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi. Dengan demikian, perjalanan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengenal lingkungan akademik, budaya, dan kehidupan pendidikan di luar negeri.

Dukungan terhadap keikutsertaan para pelajar juga datang dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP., MM, melalui Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Barat, Said Azmi, menyampaikan bahwa para kontestan telah mendapatkan persiapan dan pembekalan sebelum mengikuti kompetisi internasional tersebut.
Pemerintah daerah berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan kapasitas dan pengalaman.
Keikutsertaan 24 pelajar tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda Aceh Barat agar memiliki mental kompetitif, wawasan global, serta keberanian untuk tampil di tingkat internasional.
Keberangkatan 24 pelajar Aceh Barat ke Terengganu menjadi lebih dari sekadar perjalanan mengikuti perlombaan. Mereka membawa harapan, semangat, dan identitas daerah.
Dengan membawa bendera Aceh Barat, para siswa akan menjadi representasi generasi muda daerah yang berani bermimpi lebih besar dan siap bersaing di dunia internasional. (AP).






